Lagi-lagi " BBM " naik !

Nasib - nasib... mungkin itulah yang terlontar dari mulut orang kecil setiap ada kesusahan yang datang. Pasrah dan legowo mungkin kata-kata itu harus dibiasakan ada dalam dirinya, kenapa karena sekarang pada pemerintahan yang baru, lagi-lagi diambil kebijakan menaikan BBM dengan dalih menyelamatkan sektor anggaran dari konsumtif ke produktif (Kaya pengamat di tv-tv lah ...).



Mungkin bagi sebagian orang bertanya-tanya dan mungkin maklum lah pada ribut. Sebab bukannya kenaikan BBM yang diributkan tapi dampaknya itu lho....Sistemik dan berbuntut panjang....... semisal kenaikan harga-harga bahan pokok, kenaikan ongkos transportasi, kenaikan inflasi, kenaikan angka kemiskinan dll.

Pemerintah dalam hal ini berdalih akan menempatkan subsidi BBM kepada yang lebih membutuhkan seperti Program Indonesia Pintar, Indonesia Sehat dan Keluarga sejahtera. Tapi kalo alokasi dananya tepat,,,monggo diatur wae.

Jika kita cermati, setiap pergantian presiden mesti diawali dengan menaikan harga BBM yang entah itu warisan dari presiden sebelumnya ( Cuci tangan gitu lho...), atau apapu itu, yang pasti rakyat dan kalangan menengah ke bawah mengharapkan hidupnya lebih baik dari yang sebelumya.

Untuk itu, kita juga perlu mengawasi  agar jangan sampai orang-orang dari kalangan tertentu saja yang menikmati dan juga kita berharap semoga para mafia migas itu sadar dan jangan curang lah, karena curang itu ndak baik kata ustadz yang suka nongol di televisi.

Jadi bagi kita orang kecil, tetaplah tersenyum dan optimis dalam hidup. Merdeka !!!
Diberdayakan oleh Blogger.