Mengadu nasib dalam hidup ?


Mungkin dari kita seringkali bertanya-tanya apa, bagaimana dan sebenarnya kenapa kita hidup ? untuk jawaban ini pasti semuanya akan bertanya pada diri kita masing-masing. Yah, tentu saja kalau menurut orang bijak hidup ini laksana sebuah bahtera yang terapung dilautan atau apapun itu yang pasti kita semua mencari yang namanya kebahagiaan.



Nasib...? ya tentu saja akhirnya bermuara pada satu kata itu. Tergantung nasib.
Kadang ada orang yang berusaha sekuat tenaga, semua cara ditempuh, semua usaha ia lakukan. Akan tetapi kalau nasibnya belum mengijinkan tentu saja tidak akan jadi.

Tapi sebaliknya, ada orang yang terkesan santai dan tenang tapi kalau nasibnya bagus yah jadi pastinya.
Nasib adalah suratan takdir dari yang kuasa, dan pastinya akan terjadi pada diri kita sampai menunggu waktu yang ditentukan.

Sampai-sampai ada orang pintar sekalipun jikalau tidak bagus nasibnya ( kurang beruntung ) maka tidak akan jadi apa-apa. Tapi jika nasibnya bagus ( bejo / beruntung ) pasti segala keinginan akan terlaksana.
Untuk itu kita juga harus ingat dengan adanya tuhan sang penentu nasib, dengan cara berdoa dan berusaha. Tidak ada istilah mengadu nasib, toh jika waktunya tiba kita akan dapat mencapainya.

Tapi ya itu tadi, orang yang suka mengadu nasib adalah orang yang tidak sabar... dan ingat tuhan tidak akan merubah satu kaum jika kaum itu tidak mau merubahnya sendiri.

Diberdayakan oleh Blogger.