Siapakah pemimpin itu ?

Siapakah pemimpin itu? tentu jika kalimat pertanyaan itu muncul dibenak kita, jawabannya pasti simple. Pemimpin adalah orang yang dituakan oleh kita. Tapi apakah hanya itu saja pengertiannya ?
Sebenarnya tidak sesederhana itu .

Pemimpin adalah seseorang yang telah menyanggupi sebuah tanggung jawab menjadi pucuk atas suatu beban yang ada pada suatu hal, dalam hal ini pemimpin punya tugas amanah dalam melaksanakan tanggung jawab dalam suatu kepercayaan.

Lantas siapakah sebenarnya pemimpin itu ? Menurut Rasulullah Saw, pemimpin itu bersifat mendasar, dengan sabdanya : " Setiap jiwa itu adalah pemimpin, dan akan dimintakan pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. ".


Jika sudah begini, jelaslah bahwa pemimpin itu adalah kita semua. Kita laksana sebuah organ manajerial yang harus memenej pikiran, hati dan badan kita dalam suatu tingkah laku yang telah ditetapkan atas kita, agar setiap tindak tanduk kita berada dalam koridor hukum dan sunatullah yang sudah ditentukan oleh sang pencipta.

Dalam setiap penciptaan-Nya  selalu ada yang diharuskan menjadi pemimpin. Laksana sebuah bagian yang paling vital, sesuatu yang menjadi pemimpin dipastikan harus ada dan pasti. Jika tidak maka segala sesuatunya takkan berarti.

Tengoklah pada tubuh kita, ada tangan yang menjadi anggota badan yang disitu terdapat ibu jari yang menjadi pemimpin bagi jari yang lainnya. Ada hati, yang bisa mengarahkan kemana komando gerak dan pikiran kita harus menuju. 

Tapi janganlah lupa, bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah, bahkan sangat berat sekali. Mengapa ? karena dia memikul nasib seluruh apa yang dipimpinnya. Jika seseorang, berhasrat menjadi seorang pemimpin, maka seakan-akan ia telah bersedia menjamin dan rela untuk mengakhirkan kepentingannya dan mendahulukan apa-apa saja yang hak sesuatu yang dipimpinnya.
Jika tidak, maka akan timbulah suatu gejolak dalam kehidupan.

Tengoklah, contoh orang-orang terdahulu yang telah binasa karena kesombongan dan pengkhianatannya terhadap suatu beban amanah. Fir'aun, Namrudz, Qorun, Abu Jahl dan lainnya, adalah banyak contoh pemimpin yang tidak mampu mengarahkan kepada suatu kebaikan.

Pemimpin itu seseorang yang punya sifat kepemimpinan. Dan sifat itu muncul karena naluri kesiapan untuk melakukannya. Ingat sabda Rasulullah Saw : " Jangan memberikan sebuah tanggung jawab/jabatan kepada orang yang meminta " dan juga " jangan kau berikan tanggung jawab kepada yang bukan ahlinya, dan jika tanggung jawab itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya ".

Petunjuk ini mengisyaratkan kepada kita bahwa, harus hati-hati dalam memilih seorang pemimpin dan jangan menyerahkan amanah kepada orang yang meminta dan bukan ahlinya. Tengoklah beberapa fakta yang membuktikannya. Secara logis, seorang ekonom hanya mampu menjalankan teori ekonominya, tidak mungkin ia pantas mengambil jabatan seorang teknokrat. Sebaliknya, seorang teknokrat akan bingung dan pusing tujuh keliling jika harus menjalankan tugas mengurus perekonomian. Jikla dipaksakan maka akan terjadi sebuah kehancuran.

Ada pepatah jika memang kita harus memilih pemimpin, seperti mencari jarum ditumpukan jerami. tapi sekali lagi, kita gunakan hati dalam memilih seorang pemimpin. Kalaupun tidak ada yang terbaik dan sangat mendesak, carilah yang terbaik dari yang terburuk. Jangan menolak untuk memberikan pilihan, seolah kita tidak perduli tapi gunakan nalar kita.... siapakah yang patut untuk jadi pemimpin, ....Kita atau mereka,,,.

Diberdayakan oleh Blogger.