Sebelum Menyesal ...

MENYESAL... mungkin itulah kata yang kerap kali terucap dikala seseorang melakukan sebuah kesalahan. Tentu tak ada artinya dan mungkin hanya menambah kesusahan hati saja.

         Yah, potret kehidupan dizaman sekarang ini memang sangat ironis dan memprihatinkan...
Di tengah hingar bingarnya kesuksesan pembangunan ( katanya ? ) dan kesemrawutan pola hidup yang sangat tidak beraturan, memang tak ada salahnya kita kembali menengok ke belakang ... Yaitu untuk apa kita hidup dan apa sih yang seharusnya dilakukan ketika masih diberi kesempatan hidup ?


        Mungkin sudah jadi hal yang dilupakan gaya hidup seperti rasulullah Saw yakni hidup dengan sederhana dan saling merasa bersaudara atas dasar keimanan dan akidah, karena dizaman ini pola hidup sudah menjadi kebiasaan yang serba wah ! serba mahal dan serba eksklusif.

       Gaya hidup Hedonis, materialis, individualis dan anarkis sudah seperti menjadi budaya. Tengok saja apa yang dilakukan oleh para pemimpin yang tidak amanah, pemimpin yang hanya mementingkan golongan dan kelasnya saja, pemimpin yang suka berbohong bahwa apa yang dilakukannya atas nama agama dan rakyat padahal kenyataannya NOL BESAR.

   Para pedagang banyak yang curang, pihak yang seharusnya menegakan hukum saja masih mengedepankan kompromi padahal sudah jelas bagi mereka antara yang benar dan tidak, para politikus yang tidak lagi menghiraukan nilai-nilai kejujuran maka beruntunglah orang yang masih meneladani pola hidup sederhana seperti yang dicontohkan nabi.

     Maka itulah sebelum datang kata MENYESAL, maka segeralah ambil air wudhu lalu ucapka istighfar yang banyak dan mulailah peduli dengan orang-orang disekitarmu...
Penyesalan selalu ada di akhir dan waktu yang sudah kita lalui tak akan pernah kembali...

 


Diberdayakan oleh Blogger.